8 Agu 2012

Penelitian Tindakan Kelas


Ujung tombak pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah adanya seorang guru. Sejalan dengan hal tersebut, tugas pokok sebagai guru disamping harus meningkatkan keprofesionalannya juga harus mengupayakan agar pembelajarannya bisa berhasil dengan sangat memuaskan sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah mendidik, mengajar dan melatih agar muridnya kelak menjadi manusia yang pandai, terampil dan berbudi luhur. Untuk dapat melaksanakan tugasnya tersebut, guru seyogyanya menguasai kemampuan mengajar pengetahuan dan keterampilan hidup, mendidik agar menjadi manusia yang berakhlak, dan melatih para siswanya agar mampu memanfaatkan pengetahuan dan keterampilannya bagi hidupnya kelak di masyarakat. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki adalah mengembangkan diri secara profesional sambil terus menekuni bidang studi yang telah dipilihnya. Hal ini berarti bahwa guru dituntut menguasai bidang studi yang telah dipilihnya dan kemudian menyajikannya kepada siswanya secara profesional. Untuk memenuhi kemampuan tersebut, guru sebaiknya mampu menilai kinerjanya sebagai guru dalam mengajar di kelas. Kemampuan ini dapat dinilai melalui penelitian yang dilaksanakan dalam lingkup seputar kelasnya sendiri atau disebut dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) (IGAK Wardhani,dkk,2007:i).

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR).  Menurut Wardhani dan Wihardit (2009:1.4) penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat.

Kasihani (dalam Sukayati, 2008:8) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan PTK adalah penelitian praktis, bertujuan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran di kelas.

Sedangkan menurut Suharsimi (dalam Sukayati, 2008:7) ada tiga kata yang membentuk pengertian PTK, yaitu penelitian, tindakan, dan kelas. Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu obyek dengan menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal, serta menarik minat dan penting bagi peneliti. Tindakan adalah kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Sedangkan kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru. Dalam hal ini kelas bukan wujud ruangan tetapi diartikan sebagai sekelompok siswa yang sedang belajar.

Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rencana dan struktur penyelidikan yang dibuat atau disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan dari penelitiannya. Desain peneltian yang digunakan dalam biasanya menggunakan desain putaran spiral menurut Kemmis dan Taggart.

Menurut Sukayati (2008:18), pada hakikatnya model Kemmis dan Taggart berupa perangkat-perangkat atau untaian dengan setiap perangkat dari empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang dipandang sebagai suatu siklus. Banyaknya siklus dalam PTK tergantung dari permasalahan-permasalahan yang perlu dipecahkan, yang pada umumnya lebih dari satu siklus.

0 comments:

Posting Komentar