4 Agu 2012

5 Fenomena Alam Menakjubkan

Di dunia ini banyak sekali fenomena alam ciptaan Allah yang menakjubkan. Di bawah ini saya himpun 5 (lima) fenomena alam dari begitu banyaknya fenomena alam dalam serba 5.

1. Tiang Cahaya

Light Pillar atau tiang cahaya merupakan sebuah fenomena alam menakjubkan yang disebabkan oleh pantulan atau refleksi cahaya matahari atau bulan oleh kristal-kristal es di atsmosfer bumi.

Tiang cahaya biasa terjadi pada saat cuaca dingin ketika kristal es tergantung di atmosfer, maka fenomena ini dapat terlihat di langit malam. Semakin tinggi kristal es, semakin tinggi pula tiang cahaya yang terbentuk dan terlihat. Tiang cahaya terlihat seperti sebuah tiang tegak di atas atau di bawah sumber cahaya (matahari atau bulan).

Di sekitar air terjun Niagara (AS) sering terjadi fenomena ini pada saat musim dingin. Kristal-kristal es di atmosfer Niagara berinteraksi dengan cahaya-cahaya yang berasal dari kota sekitar.




2. Badai Pasir

Ketika terjadi badai pasir, hampir 40 juta ton debu di bawa, tersapu dari Sahara ke cekungan Amazon. Badai pasir ini terjadi ketika angin yang sangat kencang mengangkat partikel-partikel tanah dan pasir ke atmosfer sehingga membentuk badai.



3. Migrasi Kupu-kupu Monarch


Kupu-kupu Monarch mempunyai nama latin Danaus pelxippus. Pada umumnya terdapat di Amerika Utara. Ia terkenal akan migrasi besar besarannya dari dank ke California dan Meksiko setiap musim dingin.

Serangga harus mulai perjalanan ini setiap musim gugur menjelang cuaca dingin, yang akan membunuh mereka jika mereka tinggal terlalu lama. Warna kupu-kupu oranye dan hitam terlihat indah ketika memenuhi langit biru.



4. Pusaran Api

Pusaran api atau disebut pula api tornado atau api setan merupakan fenomena alam yang jarang terjadi. Fenomena ini mengerikan dan biasa terjadi saat tornado, yang dipengaruhi oleh udara, temperatur, dan arus berubah menjadi pusaran api dan berputar ke atas. Pusaran api ini mampu membakar area di sekitarnya dengan cepat.
Pusaran api terjadi ketika panas dari api mendorong udara di atasnya sedemikian rupa untuk membentuk pusaran dengan udara dingin di luar. Jika pusaran ini memperoleh pusaran vertikal  maka api akan terhisap ke atas membentuk pusaran api. Sebagai contoh seperti yang terjadi di Tokyo tahun 1923 membakar semua bangunan di sana yang kebanyakan terbuat dari kayu, sehingga memakan korban 38.000 orang hangus terbakar.


5. Maelstorm

Fenomena alam pusaran air maelstrom memang menakjubkan, walaupun tak terlalu mengesankan seperti pusaran air di Laut Sargasso. Kata 'maelstrom' dipopulerkan oleh Edgar Alan Poe. Maelstorm adalah pusaran air yang sangat kuat yang terjadi di tengah laut. Permukaan air dari pusaran lebih rendah puluhan meter dari permukaan air laut. Kekuatannya puluhan kali lipat dari arus biasa.

Pusaran air yang  terjadi di Skotlandia dan dapat terdengar hingga bermil-mil jauhnya, walaupun nyatanya maelstorm bisa saja terjadi di mana pun.

Pusaran airnya dapat berubah arah berlawanan setiap tiga sampai empat bulan. Bisa terjadi di manapun, termasuk Segitiga Bermuda. Diyakini, pusaran berputar berlawanan arah jarum jam di belahan bumi utara dan  searah jarum jam di bagian bumi selatan.



(dari berbagai sumber)

Sungai di Dasar Laut Hitam



Sebuah sungai raksasa ini ditemukan oleh ilmuwan Inggris. Yang sungguh luar biasa, sungai ini ditemukan di dasar laut, tepatnya di Laut Hitam, sebuah laut dalam antara Eropa tenggara dan Asia Kecil.
Untuk memindai dasar laut para ilmuwan dari Leed University mengerahkan kapal selam robot.  Seperti halnya di daratan, sungai di bawah laut itu memiliki saluran, anak sungai, dataran banjir, aliran deras air, dan bahkan air terjun.

Sungai tersebut memiliki kedalaman 115 kaki dan lebarnya lebih dari setengah mil. Jika dibandingkan dengan sungai yang berada di darata, para ilmuwan memperkirakan sungai yang ditemukan tersebut bisa termasuk sungai keenam tersbesar di dunia, dalam hal jumlah air yang mengalir. Aliran air membawa air asin dan sedimen, 350 kali lebih besar dari Sungai Thames di Inggris.
Ini adalah satu-satunya sungai bawah aktif yang ditemukan. Letaknya di  Selat Bosphorus yang mengalir dari Mediterania ke Laut Hitam. Aliran air sungai bawah tanah itu disebabkan perbedaan kadar garam.

Penemuan sungai di bawah laut ini akan membantu menjelaskan bagaimana kehidupan bisa bertahan di kedalaman laut, yang jauh dari perairan kaya nutrisi karena jauh dari tanah. Sungai bawah laut lah yang bertugas membawa sedimen dan nutrisi.

Sungai itu mengalir dari beting laut dan keluar melalui daratan abisal, seperti halnya sungai di darat. Dataran abisal di laut mirip seperti di gurun pasir, bedanya dataran air ini bisa menyediakan nutrisi dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mahluk yang hidup di dalamnya. Itu memiliki peran yang penting, seperti arteri, yang memberikan kehidupan di laut dalam

Perbedaan utama sungai di bawah laut ini adalah bahwa aliran air berlawanan dengan sungai-sungai di darat. Ilmuwan telah lama menduga tentang keberadaan sungai di bawah laut itu masuk akal, setelah pemindai sonar  mengungkapkan adanya saluran berkelok-kelok di banyak lautan di dunia.

Saluran sungai berkelok-kelok di dasar laut dibentuk melalui proses pengikisan endapan lumpur. Tidak seperti parit laut, yang formasi geologi yang terbentuk pada bagian terdalam dari laut akibat pergerakan lempeng tektonik.

Sungai bawah tanah di dasar Laut Hitam mengalir dengan kecepatan sekitar empat mil per jam, mengalirkan 22.000 meter kubik air per detik. Ini 10 kali lebih besar dari sungai terbesar Eropa, Rhine. Sungai bawah laut ini Sungai mengalir hanya sekitar 37 mil hingga mencapai tepi beting laut sebelum menghilangke laut dalam.

3 Agu 2012

5 Keajaiban Dunia

1. Machu Picchu 


Machu Picchu yang dalam bahasa Quechua berarti "Gunung Tua" atau yang sering disebut "Kota Inca yang hilang adalah sebuah lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m diatas permukaan laut.
Machu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco. Merupakan simbol Kerajaan Inka yang paling terkenal. Dibangun pada sekitar tahun 1450, tetapi ditinggalkan seratus tahun kemudian, ketika bangsa Spanyol berhasil menaklukan Kerajaan Inka.


2. Petra


Petra merupakan situs arkeologi di Yordania, yang terletak di dataran rendah di antara gunung-gunung-gunung yang membentuk sayap timur Wadi Araba, lembah besar yang berawal dari Laut Mati sampai Teluk Aqaba.
Kota ini didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter. Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan dengan memahat dinding-dinding batu di Yordania. Simbol teknik dan perlindungan. Petra didirikan pada 9SM-40M oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir. Nabatean membangun Petra dengan sisitem pengairan yang luar biasa rumit. Terdapat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota, sehingga mencegah banjir medadak. Mereka juga memiliki teknologi hidrolik untuk mengangkat air.


3. Taj Mahal


Taj Mahal adalah sebuah monumen yang terletak di Agra, India. Dibangun oleh Kaisar Mughal Shah Jahan, anak Jahangir, sebagai sebuah musoleum untuk istri Persianya, Arjumand Banu Begum, juga dikenal sebagai Mumtaz-ul-Zamani atau Mumtaz Mahal.
Pembangunan Taz Mahal menghabiskan waktu 23 tahun (1630-1653) dan merupakan sebuah adi karya dari arsitektur Mughal. Shah Jahan memerintahkan Ustad Ahmad membuat bangunan ini. Ustaz Ahmad mengumpulkan 20.000 orang pekerja yang terdiri dari tukang batu, tukang emas, dan pengukir yang termasyhur dari seluruh dunia. Dengan bumbung, kubah dan menara yang buat dari marmer putih, serta seni mozak yang indah. Sebanyak 43 jenis batu permata, termasuknya yaitu berlian, jed, kristal, topaz, dan nilam telah digunakan untuk memperindah Taj Mahal.


4. Great Wall of China


Tembok Besar Cina merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat oleh manusia, terletak di Republik Rakyat Cina. Panjangnya adalah 6.400 kilometer dari kawasan Sanhai Pass di timur hingga Lop Nur di sebelah barat. Tingginya 8 meter dengan tujuan untuk mencegah serbuan bangsa Mongol dari Utara pada masa itu. Lebar bagian atasnya 5 m, sedangkan lebar bagian bawahnya 8 m. Setiap 180-270 m dibuat semacam menara pengintai. Tinggi menara pengintai tersebut 11-12 m. Untuk membuat tembok raksasa ini, diperlukan waktu ratusan tahun di zaman berbagai kaisar.


5.  Giza Pyramid



Giza Pyramid adalah piramida tertua dan terbesar dari tiga piramida yang ada di Nekropolis Giza. Dibangun sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu. Dibangun selama lebih dari 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 SM.
Tiga piramida yang lebih kecil untuk istri Khufu, dan sebuah piramida “satelit” yang lebih kecil lagi, berupa lintasan yang ditinggikan, dan makam-makam mastaba berukuran kecil di sekeliling piramida para.


dirangkum dari berbagai sumber

Urgensi Alat Peraga dalam Pembelajaran

Pemahaman tentang peranan alat peraga sangatlah penting dikuasai oleh semua guru, terutama sekali guru sekolah dasar, karena menurut banyak teori, anak usia sekolah dasar itu berada dalam taraf berpikir konkret (nyata). Peranan alat peraga penting sekali dalam proses belajar mengajar di sekolah dasar, diantaranya untuk memperjelas dan mempermudah penerimaan materi pelajaran oleh siswa, bermanfaat untuk mengkonkritkan konsep yang abstrak dan mengurangi verbalisme.
 Banyak hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran akan lebih berhasil bila siswa turut aktif dalam pembelajaran tersebut. Dengan perkataan lain, yang menjadi pusat kegiatan dalam kegiatan pembelajaran bukanlah guru melainkan siswa. Hal ini mengandung pengertian perlunya berbagai alat bantu sebagai fasilitas belajar yang dapat memberikan kontribusi sangat besar bagi tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Alat peraga pengajaran, teaching aids, atau audiovisual aids (AVA) adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikannya kepada siswa dan mencegah verbalisme pada diri siswa (Moh. Uzer Usman,2001:31).
Pengajaran yang menggunakan banyak verbalisme tentu akan segera membosankan; sebaliknya pengajaran akan lebih menarik bila siswa gembira belajar atau senang karena mereka merasa tertarik dan mengerti pelajaran yang diterimanya (Moh. Uzer Usman,2001:31).
Belajar yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung atau pengalaman konkret dan menuju kepada pengalaman yang lebih abstrak. Belajar akan lebih efektif jika dibantu dengan alat peraga pengajaran dari pada bila siswa belajar tanpa dibantu dengan alat pengajaran (Moh. Uzer Usman,2001:31).
Dengan demikian, penggunaan alat peraga dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu usaha dalam memperbaiki cara mengajar yang verbalistis yang masih kita jumpai dalam pendidikan dewasa ini. Dengan bantuan alat peraga, pengalaman belajar akan lebih baik dan lebih nyata. Anak akan lebih mudah memahami, mudah mengingat sesuatu yang diraba, yang dicium, yang didengar serta yang dilihat sendiri dalam wujud yang sebenarnya atau dalam bentuk tiruan atau gambarnya, daripada hanya dibaca atau didengarnya dari buku atau ucapan orang lain.

Nilai atau Manfaat Alat Peraga
Dalam buku Menjadi Guru Profesional, Audiovisual aids menurut Encyclopedia of Educational memiliki nilai sebagai berikut:
1.      Meletakan dasar-dasar yang konkret untuk berpikir. Oleh karena itu mengurangi verbalisme.
2.      Memperbesar perhatian siswa.
3.      Membuat pelajaran lebih menetap dan tidak mudah dilupakan.
4.      Memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan para siswa.
5.      Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinu.
6.      Membantu tumbuhnya pengertian dan membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
Manfaat selain yang tersebut di atas adalah:
  1. Sangat menarik minat siswa dalam belajar.
  2. Mendorong anak untuk bertanya dan berdiskusi karena ia ingin dengan banyak perkataan, tetapi dengan memperlihatkan suatu gambar, benda yang sebenarnya, atau alat lain.

Urgensi Pendidikan Karakter

Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.

Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia.

Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama.

Pendidikan yang bertujuan melahirkan insan cerdas dan berkarakter kuat itu, juga pernah dikatakan Dr. Martin Luther King, yakni; intelligence plus character... that is the goal of true education (kecerdasan yang berkarakter... adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya).

Memahami Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif.

Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.

Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu: pertama, karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kedua, kemandirian dan tanggungjawab; ketiga, kejujuran/amanah, diplomatis; keempat, hormat dan santun; kelima, dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama; keenam, percaya diri dan pekerja keras; ketujuh, kepemimpinan dan keadilan; kedelapan, baik dan rendah hati, dan; kesembilan, karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan.

Kesembilan pilar karakter itu, diajarkan secara sistematis dalam model pendidikan holistik menggunakan metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Knowing the good bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. Setelah knowing the good harus ditumbuhkan feeling loving the good, yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadi engine yang bisa membuat orang senantiasa mau berbuat sesuatu kebaikan. Sehingga tumbuh kesadaran bahwa, orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Setelah terbiasa melakukan kebajikan, maka acting the good itu berubah menjadi kebiasaan.

Dasar pendidikan karakter ini, sebaiknya diterapkan sejak usia kanak-kanak atau yang biasa disebut para ahli psikologi sebagai usia emas (golden age), karena usia ini terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua. Dari sini, sudah sepatutnya pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertumbuhan karakter anak.

Namun bagi sebagian keluarga, barangkali proses pendidikan karakter yang sistematis di atas sangat sulit, terutama bagi sebagian orang tua yang terjebak pada rutinitas yang padat. Karena itu, seyogyanya pendidikan karakter juga perlu diberikan saat anak-anak masuk dalam lingkungan sekolah, terutama sejak play group dan taman kanak-kanak. Di sinilah peran guru, yang dalam filosofi Jawa disebut digugu lan ditiru, dipertaruhkan. Karena guru adalah ujung tombak di kelas, yang berhadapan langsung dengan peserta didik.

Dampak Pendidikan Karakter
Apa dampak pendidikan karakter terhadap keberhasilan akademik? Beberapa penelitian bermunculan untuk menjawab pertanyaan ini. Ringkasan dari beberapa penemuan penting mengenai hal ini diterbitkan oleh sebuah buletin, Character Educator, yang diterbitkan oleh Character Education Partnership.

Dalam buletin tersebut diuraikan bahwa hasil studi Dr. Marvin Berkowitz dari University of Missouri- St. Louis, menunjukan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Kelas-kelas yang secara komprehensif terlibat dalam pendidikan karakter menunjukkan adanya penurunan drastis pada perilaku negatif siswa yang dapat menghambat keberhasilan akademik.

Sebuah buku yang berjudul Emotional Intelligence and School Success (Joseph Zins, et.al, 2001) mengkompilasikan berbagai hasil penelitian tentang pengaruh positif kecerdasan emosi anak terhadap keberhasilan di sekolah. Dikatakan bahwa ada sederet faktor-faktor resiko penyebab kegagalan anak di sekolah. Faktor-faktor resiko yang disebutkan ternyata bukan terletak pada kecerdasan otak, tetapi pada karakter, yaitu rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi.

Hal itu sesuai dengan pendapat Daniel Goleman tentang keberhasilan seseorang di masyarakat, ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan emosi, dan hanya 20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ). Anak-anak yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya. Anak-anak yang bermasalah ini sudah dapat dilihat sejak usia pra-sekolah, dan kalau tidak ditangani akan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya para remaja yang berkarakter akan terhindar dari masalah-masalah umum yang dihadapi oleh remaja seperti kenakalan, tawuran, narkoba, miras, perilaku seks bebas, dan sebagainya.

Beberapa negara yang telah menerapkan pendidikan karakter sejak pendidikan dasar di antaranya adalah; Amerika Serikat, Jepang, Cina, dan Korea. Hasil penelitian di negara-negara ini menyatakan bahwa implementasi pendidikan karakter yang tersusun secara sistematis berdampak positif pada pencapaian akademis.

Seiring sosialisasi tentang relevansi pendidikan karakter ini, semoga dalam waktu dekat tiap sekolah bisa segera menerapkannya, agar nantinya lahir generasi bangsa yang selain cerdas juga berkarakter sesuai nilai-nilai luhur bangsa dan agama.*


Prof . Suyanto Ph.D
http://www.mandikdasmen.depdiknas.go.id